Smart Calculators

Smart

Calculators

Kalkulator Kalori (TDEE & Makro)

Hitung kebutuhan kalori harian dan target makronutrien Anda. Dapatkan target protein, karbohidrat, dan lemak yang dipersonalisasi untuk menurunkan berat badan, mempertahankan, atau menambah massa otot.

thn

Tujuan Anda
Jenis diet

%

Memasukkan persentase lemak tubuh meningkatkan akurasi dengan menggunakan rumus Katch-McArdle.

Kalori harian Anda

1.942 kcal/day

Mempertahankan berat (0 kg/minggu)

TDEE (pemeliharaan): 1.942 kcal/day

BMR (istirahat): 1.618 kcal/day

Rumus: Mifflin-St Jeor (direkomendasikan)

Distribusi makronutrien

30%
40%
30%

Protein: 146g (30%)

Karbohidrat: 194g (40%)

Lemak: 65g (30%)

Asupan protein: 2,1 g/kg berat badan

Target kalori per tujuan

TujuanPerubahan mingguanKalori harian
Menurunkan berat-0,5 kg/minggu
1.500
Mempertahankan berat0 kg/minggu
1.942
Menambah berat+0,5 kg/minggu
2.442

Makro per tujuan (Seimbang)

TujuanKalori harianProtein (g)Karbohidrat (g)Lemak (g)
Menurunkan berat1.50011315050
Mempertahankan berat1.94214619465
Menambah berat2.44218324481

Kalkulator kalori. Hitung kebutuhan kalori harian, TDEE, dan makronutrien sesuai tujuan.

Kalkulator kalori menghitung kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan usia, tinggi, berat badan, dan tingkat aktivitas menggunakan rumus Mifflin-St Jeor. Hasilnya mencakup TDEE untuk menjaga berat badan, defisit 500 kkal untuk menurunkan berat badan, surplus 500 kkal untuk menambah massa otot, serta pembagian protein, karbohidrat, dan lemak dalam gram.

Apa Itu Kalkulator Kalori dan Mengapa Anda Membutuhkannya?

Kalkulator kalori adalah alat yang menghitung Total Daily Energy Expenditure (TDEE) — total kalori yang dibakar tubuh Anda dalam sehari termasuk aktivitas fisik — lalu menyesuaikan angka tersebut dengan tujuan Anda: menurunkan berat badan, mempertahankan berat badan, atau menambah massa otot. Perhitungan dimulai dari Basal Metabolic Rate (BMR), yaitu energi yang dibutuhkan tubuh saat istirahat total, kemudian dikalikan faktor aktivitas yang memperhitungkan seberapa banyak Anda bergerak sepanjang hari.
Kebanyakan orang tidak memiliki gambaran intuitif tentang berapa kalori yang sebenarnya mereka butuhkan. Menurut Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), rata-rata kebutuhan energi orang Indonesia adalah 2.100 kkal per hari, tetapi angka ini sangat bervariasi tergantung individu. Seorang wanita 30 tahun dengan tinggi 158 cm dan berat 55 kg yang bekerja di kantor membutuhkan sekitar 1.650 kkal per hari untuk menjaga berat badan, sementara pria 25 tahun dengan tinggi 170 cm dan berat 70 kg yang aktif berolahraga membutuhkan sekitar 2.700 kkal. Tanpa menghitung, kebanyakan orang makan terlalu banyak (menambah lemak) atau terlalu sedikit (metabolisme melambat).
Kalkulator ini menggunakan rumus Mifflin-St Jeor sebagai formula BMR default — metode yang direkomendasikan oleh Academy of Nutrition and Dietetics dan terbukti paling akurat dalam tinjauan sistematis Frankenfield dkk. tahun 2005. Jika Anda mengetahui persentase lemak tubuh, kalkulator beralih ke rumus Katch-McArdle yang menggunakan massa tubuh tanpa lemak dan lebih akurat untuk orang yang berotot atau sangat kurus. Kedua rumus kemudian dikalikan tingkat aktivitas untuk menghasilkan TDEE, dan hasilnya disesuaikan ±500 kkal untuk tujuan penurunan atau penambahan berat badan.

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian (Langkah demi Langkah)

Untuk menghitung berapa kalori yang harus Anda konsumsi per hari, dibutuhkan lima data: jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas. Berikut proses langkah demi langkah yang dilakukan kalkulator ini:
1. Hitung BMR menggunakan rumus Mifflin-St Jeor. Untuk pria: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi badan dalam cm) - (5 x usia) + 5. Untuk wanita: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi badan dalam cm) - (5 x usia) - 161.
2. Kalikan BMR dengan faktor aktivitas untuk mendapatkan TDEE (kalori maintenance). Tidak aktif (kerja kantoran, tanpa olahraga): BMR x 1,2. Sedikit aktif (olahraga ringan 1-3 hari/minggu): BMR x 1,375. Cukup aktif (olahraga sedang 3-5 hari/minggu): BMR x 1,55. Sangat aktif (olahraga berat 6-7 hari/minggu): BMR x 1,725. Ekstra aktif (atlet atau pekerjaan fisik berat): BMR x 1,9.
3. Sesuaikan dengan tujuan Anda. Untuk menurunkan berat badan: kurangi 500 kkal dari TDEE (menghasilkan penurunan sekitar 0,45 kg lemak per minggu). Untuk mempertahankan berat badan: makan sesuai TDEE. Untuk menambah massa otot: tambahkan 500 kkal di atas TDEE.
4. Bagi kalori menjadi makronutrien. Pilih preset diet — Seimbang (30% protein, 40% karbohidrat, 30% lemak), Rendah Karbo (40% protein, 20% karbohidrat, 40% lemak), Tinggi Protein (40% protein, 35% karbohidrat, 25% lemak), atau Keto (20% protein, 5% karbohidrat, 75% lemak) — dan kalkulator mengkonversi persentase menjadi gram menggunakan 4 kkal per gram untuk protein dan karbohidrat, dan 9 kkal per gram untuk lemak.
Alternatif: jika Anda mengetahui persentase lemak tubuh (ukur dengan kalkulator lemak tubuh kami), masukkan angka tersebut untuk beralih ke rumus Katch-McArdle: BMR = 370 + 21,6 x massa tubuh tanpa lemak dalam kg. Rumus ini mengabaikan jenis kelamin dan usia, hanya mengandalkan jaringan otot Anda, sehingga jauh lebih akurat untuk orang yang rutin angkat beban atau memiliki massa otot di atas rata-rata.

Rumus Kalkulator Kalori: Mifflin-St Jeor dan Katch-McArdle

TDEE=BMR×ActivityMultiplierTDEE = BMR \times ActivityMultiplier
  • TDEETDEE = Total Daily Energy Expenditure — kebutuhan kalori harian termasuk aktivitas fisik
  • BMRBMR = Basal Metabolic Rate — kalori yang dibakar saat istirahat total
  • WW = Berat badan dalam kilogram
  • HH = Tinggi badan dalam sentimeter
  • AA = Usia dalam tahun
  • LBMLBM = Lean Body Mass — massa tubuh tanpa lemak dalam kilogram
Rumus Mifflin-St Jeor (default — digunakan jika persentase lemak tubuh tidak diisi):
BMRpria=10W+6,25H5A+5BMR_{pria} = 10W + 6{,}25H - 5A + 5
BMRwanita=10W+6,25H5A161BMR_{wanita} = 10W + 6{,}25H - 5A - 161
Rumus Katch-McArdle (digunakan jika persentase lemak tubuh diisi):
BMR=370+21,6×LBMBMR = 370 + 21{,}6 \times LBM
di mana massa tubuh tanpa lemak dihitung sebagai:
LBM=W×(1BF%100)LBM = W \times \left(1 - \frac{BF\%}{100}\right)
Faktor aktivitas mengkonversi BMR menjadi TDEE:
Tingkat AktivitasFaktorKeterangan
Tidak aktif1,2Kerja kantoran, tanpa olahraga
Sedikit aktif1,375Olahraga ringan 1-3 hari/minggu
Cukup aktif1,55Olahraga sedang 3-5 hari/minggu
Sangat aktif1,725Olahraga berat 6-7 hari/minggu
Ekstra aktif1,9Atlet atau pekerjaan fisik berat
Gram makronutrien dihitung dari target kalori:
Protein (g)=Kalori×ProteinPct100×4Protein\ (g) = \frac{Kalori \times ProteinPct}{100 \times 4}
Karbohidrat (g)=Kalori×CarbPct100×4Karbohidrat\ (g) = \frac{Kalori \times CarbPct}{100 \times 4}
Lemak (g)=Kalori×FatPct100×9Lemak\ (g) = \frac{Kalori \times FatPct}{100 \times 9}
Rumus Mifflin-St Jeor dipublikasikan tahun 1990 dan terbukti memprediksi metabolisme basal dalam selisih 10% dari nilai terukur pada lebih banyak individu dibandingkan rumus Harris-Benedict, Owen, atau WHO/FAO. Rumus Katch-McArdle lebih disukai jika data lemak tubuh tersedia karena massa otot adalah prediktor tunggal terkuat dari laju metabolisme — dua orang dengan berat badan sama tetapi komposisi tubuh berbeda akan memiliki kebutuhan kalori yang sangat berbeda.

Contoh Perhitungan Kalori untuk Skenario Nyata

Contoh 1: Wanita 28 Tahun Ingin Menurunkan Berat Badan

Rina berusia 28 tahun, tinggi 158 cm, berat 65 kg, dan berolahraga ringan 2-3 kali seminggu (jalan pagi dan yoga).
Langkah 1 — BMR (Mifflin-St Jeor, wanita): (10 x 65) + (6,25 x 158) - (5 x 28) - 161 = 650 + 987,5 - 140 - 161 = 1.337 kkal.
Langkah 2 — TDEE: 1.337 x 1,375 (sedikit aktif) = 1.838 kkal/hari untuk menjaga berat badan.
Langkah 3 — Target penurunan berat badan: 1.838 - 500 = 1.338 kkal/hari (menghasilkan penurunan sekitar 0,45 kg per minggu).
Langkah 4 — Makro (preset Seimbang: 30/40/30): Protein = 1.338 x 0,30 / 4 = 100 g. Karbohidrat = 1.338 x 0,40 / 4 = 134 g. Lemak = 1.338 x 0,30 / 9 = 45 g.
Target 1.338 kkal Rina berada di atas batas minimum 1.200 kkal untuk wanita, sehingga defisit ini aman dan berkelanjutan. Dengan 100 g protein per hari (1,54 g/kg), Rina mendapatkan asupan cukup untuk menjaga massa otot selama penurunan berat badan.

Contoh 2: Pria 25 Tahun Ingin Menambah Massa Otot

Andi berusia 25 tahun, tinggi 172 cm, berat 68 kg, persentase lemak tubuh 16%, dan berlatih angkat beban 5-6 hari per minggu.
Karena persentase lemak tubuh diisi, kalkulator menggunakan Katch-McArdle.
Langkah 1 — Massa tubuh tanpa lemak: 68 x (1 - 0,16) = 57,12 kg.
Langkah 2 — BMR (Katch-McArdle): 370 + (21,6 x 57,12) = 1.604 kkal.
Langkah 3 — TDEE: 1.604 x 1,725 (sangat aktif) = 2.767 kkal/hari untuk maintenance.
Langkah 4 — Target penambahan massa otot: 2.767 + 500 = 3.267 kkal/hari.
Langkah 5 — Makro (preset Tinggi Protein: 40/35/25): Protein = 3.267 x 0,40 / 4 = 327 g. Karbohidrat = 3.267 x 0,35 / 4 = 286 g. Lemak = 3.267 x 0,25 / 9 = 91 g.
Dengan 327 g protein (4,8 g/kg), angka ini lebih tinggi dari yang didukung riset. Kebanyakan penelitian membatasi manfaat protein di 2,2 g/kg (150 g untuk Andi). Andi bisa beralih ke preset Seimbang untuk mendapatkan 245 g protein, yang masih jauh di atas ambang batas untuk sintesis otot.

Contoh 3: Dampak Tingkat Aktivitas — Orang Sama, Lima Skenario

Seberapa besar tingkat aktivitas mengubah kebutuhan kalori? Perhatikan pria 35 tahun, tinggi 170 cm, berat 72 kg. BMR-nya adalah (10 x 72) + (6,25 x 170) - (5 x 35) + 5 = 1.608 kkal.
Tingkat AktivitasFaktorTDEE (kkal)Defisit (kkal)Surplus (kkal)
Tidak aktif1,21.9301.500*2.430
Sedikit aktif1,3752.2111.7112.711
Cukup aktif1,552.4921.9922.992
Sangat aktif1,7252.7742.2743.274
Ekstra aktif1,93.0552.5553.555
*Angka 1.430 dinaikkan ke batas minimum 1.500 kkal untuk pria.
Selisih antara tidak aktif dan ekstra aktif adalah 1.125 kkal per hari — hampir setara satu kali makan utama. Inilah mengapa menentukan tingkat aktivitas dengan jujur adalah pilihan terpenting di kalkulator. Jika ragu, pilih satu level lebih rendah dari yang Anda kira; kebanyakan orang melebih-lebihkan aktivitas mereka.

Tips Menggunakan Hasil Kalori dan Makro Anda

  • Perlakukan TDEE sebagai titik awal, bukan angka final. Rumus Mifflin-St Jeor memprediksi BMR dalam selisih 10% dari nilai terukur untuk sekitar 70-82% orang. Artinya, kebutuhan kalori Anda bisa 150-200 kkal lebih tinggi atau lebih rendah dari angka yang ditampilkan. Makan sesuai target selama 2-3 minggu, timbang badan setiap hari di waktu yang sama, dan rata-ratakan timbangan mingguan. Jika berat badan stabil, Anda menemukan maintenance sebenarnya. Jika naik atau turun, sesuaikan 100-200 kkal.
  • Jangan pernah turun di bawah batas minimum keamanan: 1.200 kkal per hari untuk wanita dan 1.500 kkal untuk pria. Di bawah ambang ini, hampir mustahil mendapatkan vitamin, mineral, dan protein yang cukup. Diet sangat rendah kalori yang berkepanjangan juga memperlambat metabolisme dan menyebabkan kehilangan massa otot. Jika kalkulator menunjukkan target defisit di bawah batas ini, angka otomatis dinaikkan ke minimum.
  • Pilih tingkat aktivitas secara jujur. Kebanyakan pekerja kantoran di Indonesia yang berolahraga 3 kali per minggu termasuk kategori "sedikit aktif" (1,375), bukan "cukup aktif" (1,55). Melebih-lebihkan aktivitas satu level menaikkan TDEE 200-300 kkal dan bisa menghapus seluruh defisit kalori Anda. Aturan praktis: jika langkah harian di bawah 7.500, Anda termasuk tidak aktif terlepas dari sesi gym.
  • Protein adalah makro paling penting untuk dicapai. Riset mendukung 1,6-2,2 gram per kilogram berat badan untuk siapa pun yang berlatih beban selama penurunan atau penambahan berat badan. Protein menjaga massa otot saat defisit, meningkatkan rasa kenyang, dan memiliki efek termik tertinggi dari semua makro (tubuh membakar 20-30% kalori protein hanya untuk mencernanya). Jika preset makro memberikan kurang dari 1,6 g/kg, naikkan persentase protein. Sebagai referensi, AKG Indonesia merekomendasikan minimal 60-65 gram protein per hari untuk orang dewasa.
  • Apa arti hasil kalori Anda secara praktis: di bawah 1.800 kkal/hari untuk maintenance menunjukkan Anda bertubuh kecil, tidak aktif, atau berusia lebih tua — ini normal. Antara 2.000-2.500 kkal adalah rentang paling umum untuk orang dewasa Indonesia yang cukup aktif (sejalan dengan AKG rata-rata 2.100 kkal). Di atas 3.000 kkal hanya umum untuk orang sangat aktif, atlet, atau bertubuh besar. Jika hasil terasa terlalu tinggi atau rendah, periksa kembali input tinggi, berat, dan tingkat aktivitas.
  • Jika berat badan Anda berhenti turun setelah 4-6 minggu (plateau), jangan langsung memotong lebih banyak kalori. Pertama, periksa apakah aktivitas Anda menurun — Anda secara alami bergerak lebih sedikit saat makan lebih sedikit (disebut adaptive thermogenesis). Naikkan langkah harian ke 8.000-10.000, pastikan tidur 7+ jam, dan evaluasi ulang setelah dua minggu sebelum mengurangi asupan lebih lanjut.
  • Gunakan preset makro sebagai kerangka, bukan aturan mutlak. Preset Seimbang (30/40/30) cocok untuk kebanyakan orang. Rendah Karbo (40/20/40) cocok untuk yang merasa lebih kenyang dengan makanan tinggi lemak. Tinggi Protein (40/35/25) dirancang untuk yang serius angkat beban dalam fase cutting. Keto (20/5/75) membatasi karbohidrat di bawah 50 g/hari dan hanya disarankan jika Anda sudah mempelajari proses adaptasi dan potensi efek sampingnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kalkulator Kalori

Berapa kalori yang harus dimakan per hari untuk menurunkan berat badan?

Untuk menurunkan berat badan, makan 500 kkal di bawah TDEE Anda. Defisit ini menghasilkan penurunan sekitar 0,45 kg lemak per minggu. Untuk kebanyakan orang dewasa Indonesia, ini berarti 1.300-2.000 kkal per hari tergantung ukuran tubuh dan tingkat aktivitas. Jangan turun di bawah 1.200 kkal (wanita) atau 1.500 kkal (pria) tanpa pengawasan dokter — di bawah batas ini Anda berisiko kekurangan nutrisi dan kehilangan massa otot.

Apa perbedaan BMR dan TDEE?

BMR (Basal Metabolic Rate) adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat total — hanya untuk menjaga organ berfungsi, jantung berdetak, dan paru-paru bernapas. TDEE (Total Daily Energy Expenditure) adalah BMR dikalikan faktor aktivitas yang memperhitungkan semua gerakan sepanjang hari. TDEE selalu lebih tinggi dari BMR. Untuk orang tidak aktif, TDEE sekitar 20% di atas BMR; untuk orang sangat aktif, bisa 70% atau lebih.

Apakah rumus Mifflin-St Jeor lebih akurat dari Harris-Benedict?

Ya. Tinjauan sistematis Frankenfield dkk. tahun 2005 di Journal of the American Dietetic Association membandingkan empat rumus prediktif dan menemukan bahwa Mifflin-St Jeor memprediksi metabolisme basal dalam selisih 10% dari nilai terukur pada lebih banyak individu dibandingkan Harris-Benedict, Owen, atau rumus WHO/FAO. Selisihnya sekitar 5% rata-rata. Mifflin-St Jeor dipublikasikan tahun 1990 dengan data populasi modern, sedangkan Harris-Benedict berasal dari tahun 1919.

Kapan sebaiknya menggunakan rumus Katch-McArdle?

Gunakan Katch-McArdle jika Anda mengetahui persentase lemak tubuh. Rumus ini menggunakan massa tubuh tanpa lemak (BMR = 370 + 21,6 x LBM dalam kg) sehingga lebih akurat untuk orang berotot, atlet, atau siapa pun dengan persentase lemak tubuh di atas atau di bawah rata-rata. Contoh: dua pria sama-sama berat 80 kg dengan tinggi 170 cm — satu dengan lemak tubuh 12% dan satunya 30% — memiliki massa otot dan kebutuhan kalori sangat berbeda. Mifflin-St Jeor memberikan BMR yang sama; Katch-McArdle tidak.

Apa itu makronutrien dan bagaimana cara membaginya?

Makronutrien (makro) adalah tiga zat gizi yang mengandung kalori: protein (4 kkal/g), karbohidrat (4 kkal/g), dan lemak (9 kkal/g). Pembagian umum untuk kebugaran adalah 30% protein, 40% karbohidrat, 30% lemak. Untuk penurunan berat badan dengan latihan beban, 40% protein, 35% karbohidrat, 25% lemak memprioritaskan penjagaan otot. Untuk keto, 20% protein, 5% karbohidrat, 75% lemak memicu ketosis. Pembagian terbaik tergantung tujuan dan preferensi Anda — protein minimal harus 1,6 g per kg berat badan.

Apakah kalkulator kalori ini akurat dan gratis?

Kalkulator ini sepenuhnya gratis dan menggunakan rumus Mifflin-St Jeor yang terbukti paling akurat. Rumus ini memprediksi BMR dalam selisih 10% dari nilai laboratorium untuk 70-82% orang. Kebutuhan kalori sebenarnya bisa 150-200 kkal lebih tinggi atau lebih rendah karena variasi genetik, hormonal, dan obat-obatan. Gunakan hasil sebagai titik awal yang valid secara ilmiah, lalu pantau berat badan selama 2-3 minggu dan sesuaikan 100-200 kkal jika tren tidak sesuai tujuan.

Bagaimana cara memilih tingkat aktivitas yang tepat?

Tidak aktif: kerja kantoran, di bawah 5.000 langkah/hari, tanpa olahraga. Sedikit aktif: kerja kantoran plus olahraga ringan 1-3 hari/minggu atau 5.000-7.500 langkah/hari. Cukup aktif: olahraga 3-5 hari/minggu dan 7.500-10.000 langkah/hari. Sangat aktif: latihan berat 6-7 hari/minggu atau pekerjaan fisik berat. Ekstra aktif: atlet profesional atau pekerja fisik plus latihan harian. Jika ragu, pilih satu level lebih rendah — melebih-lebihkan aktivitas adalah alasan paling umum kalkulator memberikan hasil terlalu tinggi.

Berapa defisit kalori yang aman per hari?

Defisit 500 kkal per hari adalah rekomendasi standar, menghasilkan penurunan sekitar 0,45 kg per minggu. Defisit 750-1.000 kkal mempercepat penurunan tetapi meningkatkan risiko kehilangan otot, kelelahan, dan kekurangan nutrisi. Jangan turunkan total asupan di bawah 1.200 kkal (wanita) atau 1.500 kkal (pria). Untuk orang yang sudah kurus (di bawah 15% lemak tubuh untuk pria, di bawah 25% untuk wanita), defisit lebih kecil 250-350 kkal melindungi dari adaptasi metabolik.


Istilah Penting

TDEE (Total Daily Energy Expenditure)

Total kalori yang dibakar tubuh dalam 24 jam, termasuk metabolisme basal, pencernaan, dan seluruh aktivitas fisik. TDEE dihitung dengan mengalikan BMR dengan faktor aktivitas.

BMR (Basal Metabolic Rate)

Jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh saat istirahat total untuk menjaga fungsi vital seperti pernapasan, sirkulasi, dan perbaikan sel. BMR biasanya mencakup 60-75% dari total pengeluaran kalori harian.

Defisit Kalori

Kondisi mengonsumsi kalori lebih sedikit dari TDEE. Defisit 500 kkal per hari menghasilkan penurunan sekitar 0,45 kg lemak per minggu, berdasarkan prinsip bahwa 0,45 kg lemak tubuh menyimpan sekitar 3.500 kkal.

Surplus Kalori

Kondisi mengonsumsi kalori lebih banyak dari TDEE. Surplus moderat 200-500 kkal mendukung pertumbuhan otot jika dikombinasikan dengan latihan beban.

Makronutrien (Makro)

Tiga zat gizi yang menyediakan kalori: protein (4 kkal/g), karbohidrat (4 kkal/g), dan lemak (9 kkal/g). Rasio makro menentukan komposisi diet pada level kalori tertentu.

Massa Tubuh Tanpa Lemak (Lean Body Mass)

Total berat badan dikurangi massa lemak. Mencakup otot, tulang, organ, dan air. Digunakan dalam rumus Katch-McArdle karena jaringan aktif secara metabolik membakar lebih banyak kalori daripada jaringan lemak.

Rumus Mifflin-St Jeor

Formula prediksi BMR yang dipublikasikan tahun 1990 menggunakan berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin. Divalidasi sebagai rumus paling akurat untuk populasi umum oleh tinjauan sistematis tahun 2005 di Journal of the American Dietetic Association.

AKG (Angka Kecukupan Gizi)

Standar kebutuhan gizi harian yang ditetapkan Kemenkes RI melalui Permenkes No. 28 Tahun 2019. AKG rata-rata energi untuk orang Indonesia adalah 2.100 kkal per hari, tetapi kebutuhan individual bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan aktivitas.


Sumber dan Referensi

  1. Mifflin dkk. (1990) — Persamaan prediktif baru untuk pengeluaran energi istirahat pada individu sehat. American Journal of Clinical Nutrition 51(2):241-247
  2. Frankenfield, Roth-Yousey & Compher (2005) — Perbandingan persamaan prediktif laju metabolisme istirahat pada orang dewasa sehat: tinjauan sistematis. Journal of the American Dietetic Association 105(5):775-789
  3. USDA & HHS — Pedoman Gizi untuk Orang Amerika 2020-2025 (Lampiran 2: Estimasi kebutuhan kalori harian berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas)
  4. NHS — Memahami Kalori: kebutuhan kalori harian dan panduan keseimbangan energi

Konten diverifikasi oleh Tim Smart Calculators