Smart Calculators SmartCalculators

Kalkulator KPR

Hitung cicilan KPR bulanan, total bunga, dan lihat jadwal amortisasi lengkap. Termasuk pajak properti, asuransi, PMI, dan analisis pembayaran ekstra.

Detail Pinjaman

IDR

%

IDR

%

Opsi pembayaran

Metode pembayaran
thn

Tahun membayar hanya bunga sebelum mengangsur pokok. 0 = tidak ada.

Pajak & Asuransi

IDR

IDR

Pembayaran Ekstra

IDR

IDR

IDR

Cicilan bulanan (pokok & bunga)

Rp 1.438,92

Total bunga

Rp 278.013

Total biaya pinjaman

Rp 518.013

Tanggal lunas

Jan 2056

360 cicilan

Jadwal Amortisasi

Jadwal Amortisasi
Tahun Cicilan Pokok Bunga Saldo
1 Rp 17.267 Rp 2.947 Rp 14.320 Rp 237.053
2 Rp 17.267 Rp 3.129 Rp 14.138 Rp 233.924
3 Rp 17.267 Rp 3.322 Rp 13.945 Rp 230.602
4 Rp 17.267 Rp 3.527 Rp 13.740 Rp 227.075
5 Rp 17.267 Rp 3.744 Rp 13.523 Rp 223.331
6 Rp 17.267 Rp 3.975 Rp 13.292 Rp 219.355
7 Rp 17.267 Rp 4.221 Rp 13.047 Rp 215.135
8 Rp 17.267 Rp 4.481 Rp 12.786 Rp 210.654
9 Rp 17.267 Rp 4.757 Rp 12.510 Rp 205.897
10 Rp 17.267 Rp 5.051 Rp 12.216 Rp 200.846
11 Rp 17.267 Rp 5.362 Rp 11.905 Rp 195.484
12 Rp 17.267 Rp 5.693 Rp 11.574 Rp 189.791
13 Rp 17.267 Rp 6.044 Rp 11.223 Rp 183.747
14 Rp 17.267 Rp 6.417 Rp 10.850 Rp 177.330
15 Rp 17.267 Rp 6.813 Rp 10.455 Rp 170.518
16 Rp 17.267 Rp 7.233 Rp 10.034 Rp 163.285
17 Rp 17.267 Rp 7.679 Rp 9.588 Rp 155.606
18 Rp 17.267 Rp 8.152 Rp 9.115 Rp 147.454
19 Rp 17.267 Rp 8.655 Rp 8.612 Rp 138.798
20 Rp 17.267 Rp 9.189 Rp 8.078 Rp 129.609
21 Rp 17.267 Rp 9.756 Rp 7.511 Rp 119.853
22 Rp 17.267 Rp 10.358 Rp 6.909 Rp 109.496
23 Rp 17.267 Rp 10.996 Rp 6.271 Rp 98.499
24 Rp 17.267 Rp 11.675 Rp 5.592 Rp 86.825
25 Rp 17.267 Rp 12.395 Rp 4.872 Rp 74.430
26 Rp 17.267 Rp 13.159 Rp 4.108 Rp 61.271
27 Rp 17.267 Rp 13.971 Rp 3.296 Rp 47.300
28 Rp 17.267 Rp 14.833 Rp 2.435 Rp 32.467
29 Rp 17.267 Rp 15.747 Rp 1.520 Rp 16.720
30 Rp 17.268 Rp 16.720 Rp 548 Rp 0

Kalkulator ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan.

Kalkulator KPR. Cicilan bulanan, total bunga, dan jadwal amortisasi.

Kalkulator KPR menghitung cicilan bulanan dengan menggabungkan pokok, bunga, pajak, asuransi, dan PMI. Menghasilkan jadwal amortisasi lengkap yang menunjukkan pembagian bunga dan pokok setiap cicilan.

Apa Itu KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah fasilitas pinjaman dari bank untuk membeli properti residensial, di mana rumah yang dibeli menjadi jaminan (agunan) atas pinjaman tersebut. Di Indonesia, tenor KPR umumnya berkisar antara 5 hingga 25 tahun, dengan suku bunga fixed rate (tetap) selama 1-5 tahun pertama yang kemudian beralih ke floating rate (mengambang) mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia.
Per Maret 2026, suku bunga KPR fixed di bank-bank besar Indonesia berkisar antara 2,60% hingga 4,00% untuk periode promosi, sementara suku bunga floating rata-rata berada di kisaran 8%-11% per tahun. Bank BTN menawarkan bunga mulai 2,65% fixed 3 tahun, Bank Mandiri mulai 2,60% fixed 5 tahun, dan BCA mulai 3,88% fixed.
Sistem cicilan KPR di Indonesia umumnya menggunakan metode anuitas (French amortization), di mana jumlah angsuran bulanan tetap sama sepanjang periode fixed rate. Setiap pembayaran terdiri dari dua komponen: pokok pinjaman dan bunga. Di awal masa kredit, porsi bunga jauh lebih besar dibanding pokok. Seiring berjalannya waktu, porsi pokok semakin besar dan bunga semakin kecil. Selain cicilan pokok dan bunga, total biaya kepemilikan rumah juga mencakup Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), asuransi properti, dan asuransi jiwa kredit.

Cara Menghitung Cicilan KPR per Bulan

Untuk menghitung cicilan KPR bulanan, Anda membutuhkan tiga data utama: jumlah pinjaman (harga rumah dikurangi uang muka), suku bunga tahunan, dan tenor pinjaman dalam tahun. Berikut langkah-langkahnya:
1. Tentukan jumlah pinjaman (pokok kredit). Kurangi harga rumah dengan uang muka (DP). Misalnya, rumah seharga Rp600.000.000 dengan DP 20% (Rp120.000.000) menghasilkan pokok pinjaman Rp480.000.000.
2. Konversi suku bunga tahunan menjadi suku bunga bulanan. Bagi suku bunga tahunan dengan 12. Pada bunga 8,5% per tahun, suku bunga bulanan adalah 0,085 / 12 = 0,007083.
3. Hitung total jumlah pembayaran. Kalikan tenor dalam tahun dengan 12. KPR tenor 20 tahun berarti 240 kali pembayaran.
4. Masukkan ke rumus anuitas. Gunakan rumus cicilan KPR anuitas (dijelaskan di bagian berikutnya) untuk mendapatkan angsuran bulanan pokok dan bunga.
5. Tambahkan biaya lainnya. Bagi PBB tahunan, premi asuransi properti, dan asuransi jiwa kredit dengan 12, lalu tambahkan ke cicilan pokok dan bunga.
Dengan contoh di atas (pinjaman Rp480.000.000 pada bunga 8,5% selama 20 tahun), cicilan pokok dan bunga bulanan adalah sekitar Rp4.161.000. Jika PBB Rp2.400.000/tahun (Rp200.000/bulan) dan asuransi Rp3.600.000/tahun (Rp300.000/bulan), total angsuran bulanan menjadi sekitar Rp4.661.000. Pastikan total cicilan tidak melebihi 30-35% dari penghasilan bulanan bersih Anda agar keuangan tetap sehat.

Rumus Cicilan KPR Anuitas

M=P×r(1+r)n(1+r)n−1M = P \times \frac{r(1 + r)^n}{(1 + r)^n - 1}
  • MM = Cicilan bulanan (pokok dan bunga)
  • PP = Pokok pinjaman (harga rumah dikurangi uang muka)
  • rr = Suku bunga bulanan (suku bunga tahunan dibagi 12)
  • nn = Total jumlah pembayaran (tenor dalam tahun dikali 12)
Rumus di atas adalah rumus anuitas (French amortization) yang digunakan oleh hampir semua bank di Indonesia untuk menghitung cicilan KPR. Metode ini menghasilkan angsuran bulanan tetap selama masa fixed rate.
Sebagai contoh, pinjaman Rp500.000.000 pada suku bunga 9% per tahun selama 15 tahun. Suku bunga bulanan adalah 0,09 / 12 = 0,0075, dan total pembayaran adalah 180 bulan:
M=500.000.000×0,0075×(1,0075)180(1,0075)180−1=500.000.000×0,0075×3,83803,8380−1≈Rp5.073.000M = 500.000.000 \times \frac{0{,}0075 \times (1{,}0075)^{180}}{(1{,}0075)^{180} - 1} = 500.000.000 \times \frac{0{,}0075 \times 3{,}8380}{3{,}8380 - 1} \approx Rp5.073.000
Selama 15 tahun, total pembayaran mencapai Rp913.140.000, yang berarti Rp413.140.000 adalah bunga saja, hampir sama dengan pokok pinjaman awal. Inilah mengapa penurunan suku bunga atau pembayaran ekstra bisa menghemat ratusan juta rupiah.
Perlu diketahui bahwa Indonesia mengenal tiga metode perhitungan bunga kredit:
1. Bunga anuitas: angsuran tetap, porsi pokok dan bunga berubah setiap bulan. Ini yang paling umum untuk KPR.
2. Bunga efektif: bunga dihitung dari sisa pokok, sehingga angsuran semakin kecil setiap bulan.
3. Bunga flat: bunga dihitung dari pokok awal secara tetap, biasanya untuk kredit konsumtif, bukan KPR.
Untuk total angsuran termasuk PBB dan asuransi:
Total Angsuran=M+PBB Tahunan12+Asuransi Tahunan12\text{Total Angsuran} = M + \frac{\text{PBB Tahunan}}{12} + \frac{\text{Asuransi Tahunan}}{12}

Contoh Simulasi KPR

Pembeli Rumah Pertama: Rumah Rp500.000.000 dengan DP 15%

Seorang karyawan di Bandung membeli rumah seharga Rp500.000.000 dengan uang muka 15% (Rp75.000.000), sehingga pokok pinjaman Rp425.000.000. Dengan suku bunga fixed 8% per tahun selama tenor 20 tahun, cicilan pokok dan bunga bulanan adalah Rp3.554.000. Ditambah PBB Rp1.800.000/tahun (Rp150.000/bulan), asuransi properti dan jiwa Rp2.400.000/tahun (Rp200.000/bulan), total angsuran bulanan menjadi sekitar Rp3.904.000. Selama 20 tahun, total pembayaran pokok dan bunga mencapai Rp852.960.000, di mana Rp427.960.000 adalah bunga. Artinya, pembeli ini membayar hampir dua kali lipat harga rumah.

Perbandingan Tenor 10 Tahun vs 20 Tahun untuk Pinjaman Rp400.000.000

Pada pinjaman Rp400.000.000 dengan bunga 8,5%, perbedaan tenor sangat signifikan. Tenor 10 tahun menghasilkan cicilan bulanan Rp4.957.000 dengan total bunga Rp194.840.000. Tenor 20 tahun menghasilkan cicilan bulanan Rp3.467.000, lebih ringan Rp1.490.000 per bulan, tetapi total bunga membengkak menjadi Rp432.080.000. Selisih total bunga antara keduanya mencapai Rp237.240.000. Jika kemampuan keuangan Anda memungkinkan, tenor lebih pendek jauh lebih hemat. Namun tenor 20 tahun memberi fleksibilitas untuk mengalokasikan selisih cicilan ke investasi atau dana darurat.

KPR Subsidi FLPP: Rumah Rp150.000.000 dengan Bunga 5%

Program KPR FLPP pemerintah menawarkan suku bunga tetap 5% selama masa kredit hingga lunas, dengan DP mulai 1%. Untuk rumah subsidi seharga Rp150.000.000 dengan DP 1% (Rp1.500.000), pokok pinjaman Rp148.500.000. Dengan bunga tetap 5% selama tenor 20 tahun, cicilan bulanan hanya sekitar Rp980.000. Total pembayaran selama 20 tahun adalah Rp235.200.000 dengan total bunga Rp86.700.000. Dibandingkan KPR komersial pada bunga 8,5%, cicilan bulanan untuk jumlah yang sama akan menjadi Rp1.288.000, dan total bunga Rp160.620.000. Program FLPP menghemat sekitar Rp73.920.000 selama masa kredit. Syarat utamanya: penghasilan maksimal Rp8.000.000/bulan, belum pernah memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi perumahan.

Tips Menghemat Biaya KPR

  • Siapkan uang muka (DP) sebesar-besarnya. DP 20-30% secara signifikan mengurangi pokok pinjaman dan total bunga. Pada rumah Rp500.000.000, selisih DP 10% vs 20% menghemat sekitar Rp50.000.000 dari total bunga selama 20 tahun karena pokok pinjaman lebih kecil.
  • Bandingkan suku bunga dari minimal 3-4 bank sebelum memutuskan. Selisih bunga 0,5% pada pinjaman Rp400.000.000 selama 20 tahun bisa menghemat lebih dari Rp25.000.000 total bunga. Periksa juga syarat dan biaya administrasi masing-masing bank.
  • Perhatikan masa fixed rate dan bunga floating setelahnya. Banyak bank menawarkan bunga promo rendah 2-5 tahun pertama, tetapi bunga floating bisa mencapai 10-12%. Hitung total biaya selama tenor penuh, bukan hanya berdasarkan bunga promosi.
  • Lakukan pembayaran ekstra (pelunasan sebagian) jika memiliki dana lebih. Membayar tambahan Rp500.000/bulan pada pinjaman Rp400.000.000 tenor 20 tahun bisa menghemat lebih dari Rp100.000.000 total bunga dan mempercepat pelunasan hingga 5-6 tahun.
  • Manfaatkan program KPR subsidi FLPP jika memenuhi syarat. Dengan bunga tetap 5% hingga lunas dan DP mulai 1%, program ini jauh lebih terjangkau dibanding KPR komersial. Cek kelayakan Anda di Bank BTN atau bank penyalur FLPP lainnya.
  • Hitung semua biaya tersembunyi sebelum akad kredit. Selain DP dan cicilan, siapkan dana untuk biaya provisi (1% dari plafon), biaya notaris dan PPAT (1-2% dari harga rumah), BPHTB (5% dari NJOP dikurangi NJOPTKP), biaya appraisal (Rp350.000-Rp1.000.000), dan asuransi. Total biaya tambahan ini bisa mencapai 5-10% dari harga rumah.
  • Pertimbangkan KPR Syariah jika menginginkan kepastian cicilan. KPR Syariah menggunakan akad murabahah dengan margin tetap, sehingga cicilan tidak berubah dari awal hingga lunas. Meskipun total biaya bisa lebih tinggi, Anda terlindungi dari risiko kenaikan bunga floating.

Pertanyaan Umum Seputar KPR

Berapa gaji minimal untuk mengajukan KPR rumah Rp500.000.000?

Dengan pedoman cicilan maksimal 30% dari penghasilan, Anda membutuhkan gaji minimal sekitar Rp12.000.000-Rp14.000.000 per bulan untuk KPR rumah Rp500.000.000. Perhitungannya: dengan DP 20% (Rp100.000.000), pokok pinjaman Rp400.000.000 pada bunga 8,5% selama 20 tahun menghasilkan cicilan sekitar Rp3.467.000. Ditambah PBB dan asuransi, total angsuran sekitar Rp3.800.000/bulan. Angka ini idealnya tidak melebihi 30% dari penghasilan bersih, sehingga gaji minimal adalah Rp3.800.000 / 0,30 = Rp12.667.000. Namun bank juga mempertimbangkan kewajiban finansial lain seperti cicilan kendaraan atau kartu kredit.

Apa perbedaan bunga fixed rate dan floating rate pada KPR?

Bunga fixed rate (tetap) tidak berubah selama periode tertentu, biasanya 1-5 tahun pertama, sehingga cicilan bulanan Anda pasti dan mudah direncanakan. Bunga floating rate (mengambang) menyesuaikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan bisa naik atau turun setiap saat. Di Indonesia, sebagian besar KPR komersial menerapkan skema fixed-to-floating: bunga promosi tetap rendah (2-5%) di awal, kemudian beralih ke floating (8-12%) untuk sisa tenor. Pastikan Anda menghitung cicilan berdasarkan bunga floating, bukan hanya bunga promosi, agar siap secara finansial.

Berapa DP minimal KPR di Indonesia tahun 2026?

Berdasarkan kebijakan Bank Indonesia, DP minimal KPR untuk rumah pertama tipe di atas 70 m2 adalah 5%, tipe 21-70 m2 sebesar 5%, dan tipe di bawah 21 m2 bisa 0%. Untuk rumah kedua, DP minimal 10%. Dalam praktiknya, banyak bank menetapkan DP minimal 10-20% untuk menjaga rasio Loan to Value (LTV) yang sehat. Khusus untuk program KPR subsidi FLPP, DP bisa serendah 1% dari harga rumah. Semakin besar DP yang Anda bayarkan, semakin kecil pokok pinjaman dan total bunga yang harus dibayar.

Apa itu KPR FLPP dan siapa yang berhak mendapatkannya?

KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah program subsidi pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah. Keunggulan utamanya: suku bunga tetap 5% sepanjang tenor hingga lunas, DP mulai 1%, dan cicilan yang tidak berubah. Syarat utama: WNI, penghasilan maksimal Rp8.000.000/bulan, belum pernah memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah, dan rumah yang dibeli harus rumah subsidi sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Pengajuan dilakukan melalui bank penyalur seperti BTN, BRI, BNI, atau Mandiri.

Apa saja biaya tambahan saat mengajukan KPR selain uang muka?

Biaya tambahan KPR yang perlu disiapkan meliputi: biaya provisi sebesar 1% dari plafon kredit, biaya administrasi bank (bervariasi), biaya appraisal properti Rp350.000-Rp1.000.000, biaya notaris dan PPAT sekitar 1-2% dari harga rumah untuk akta jual beli dan akta hak tanggungan, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sebesar 5% dari NJOP setelah dikurangi NJOPTKP, premi asuransi properti dan jiwa, serta biaya balik nama sertifikat. Total biaya tambahan ini bisa mencapai 5-10% dari harga properti. Untuk rumah seharga Rp500.000.000, siapkan dana tambahan Rp25.000.000-Rp50.000.000 di luar uang muka.

Apa perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah?

KPR Konvensional menggunakan sistem bunga yang bisa berubah (fixed lalu floating), sehingga cicilan bisa naik setelah masa promosi berakhir. KPR Syariah menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan margin keuntungan yang disepakati di awal. Bank syariah membeli rumah dan menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga tetap, sehingga cicilan tidak berubah dari awal hingga lunas. Kelebihan KPR Syariah: kepastian cicilan, tidak ada denda keterlambatan berbasis bunga, dan sesuai prinsip Islam. Kekurangannya: total biaya bisa lebih tinggi karena margin dihitung di awal berdasarkan proyeksi bunga tertinggi, dan tenor umumnya lebih pendek.

Bagaimana cara mempercepat pelunasan KPR?

Ada beberapa strategi efektif untuk mempercepat pelunasan KPR. Pertama, lakukan pembayaran ekstra ke pokok pinjaman setiap kali memiliki dana lebih dari bonus, THR, atau penghasilan tambahan. Kedua, naikkan jumlah angsuran ketika penghasilan Anda bertambah. Ketiga, pertimbangkan refinancing jika suku bunga turun signifikan (minimal 1-2 poin persentase lebih rendah). Keempat, gunakan metode pembayaran dua mingguan, dengan membayar setengah cicilan setiap dua minggu Anda melakukan 13 kali pembayaran penuh dalam setahun. Pada pinjaman Rp400.000.000 dengan bunga 9% selama 20 tahun, satu kali pembayaran ekstra per tahun bisa memangkas tenor hingga 4-5 tahun dan menghemat lebih dari Rp80.000.000 total bunga.

Berapa cicilan KPR rumah Rp300.000.000 per bulan?

Untuk rumah seharga Rp300.000.000 dengan DP 20% (Rp60.000.000), pokok pinjaman adalah Rp240.000.000. Pada suku bunga 8,5% per tahun: dengan tenor 10 tahun, cicilan pokok dan bunga sekitar Rp2.974.000/bulan (total bunga Rp116.880.000). Dengan tenor 15 tahun, cicilan sekitar Rp2.363.000/bulan (total bunga Rp185.340.000). Dengan tenor 20 tahun, cicilan sekitar Rp2.080.000/bulan (total bunga Rp259.200.000). Ingat bahwa angka ini belum termasuk PBB, asuransi, dan biaya tambahan lainnya yang bisa menambah Rp200.000-Rp400.000 per bulan.

Istilah Penting KPR

Anuitas (French Amortization)

Metode perhitungan cicilan kredit di mana jumlah angsuran bulanan tetap sama, tetapi porsi pokok dan bunga berubah setiap bulan. Di awal, porsi bunga lebih besar; menjelang akhir, porsi pokok yang lebih besar.

LTV (Loan to Value)

Rasio antara jumlah pinjaman dan nilai properti. LTV 80% berarti bank membiayai 80% harga rumah dan pembeli membayar DP 20%. Semakin rendah LTV, semakin rendah risiko bagi bank dan potensi bunga yang ditawarkan bisa lebih baik.

FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)

Program subsidi pemerintah Indonesia yang menyediakan KPR dengan bunga tetap 5% hingga lunas bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan maksimal Rp8.000.000/bulan.

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Pajak tahunan yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan. Tarif PBB bervariasi per daerah, umumnya 0,1-0,3% dari NJOP setelah dikurangi NJOPTKP. Dibayarkan setiap tahun kepada pemerintah daerah.

BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Pajak yang dibayar satu kali saat membeli properti, sebesar 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi NJOPTKP. Ini merupakan salah satu biaya terbesar dalam proses akad KPR.

Bunga Floating (Mengambang)

Suku bunga yang berubah mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Setelah masa bunga fixed berakhir, KPR akan menggunakan bunga floating yang bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi ekonomi.

Provisi

Biaya yang dikenakan bank sebagai imbalan atas pencairan kredit, umumnya sebesar 1% dari plafon pinjaman. Dibayarkan satu kali saat akad kredit.


Sumber dan Referensi

  1. CFPB — Bagaimana pemberi pinjaman hipotek menghitung cicilan bulanan?
  2. Komisi Eropa — Hak kredit konsumen dan pengungkapan APR
  3. Freddie Mac — Apa itu amortisasi dan bagaimana cara kerjanya?

Konten diverifikasi oleh Tim Smart Calculators