Smart Calculators

Smart

Calculators

Kalkulator Kehamilan

Hitung HPL, usia kehamilan saat ini, dan milestone kehamilan dari HPHT, tanggal konsepsi, transfer IVF, atau HPL yang sudah diketahui.

DD/MM/YYYY

hari

Rata-rata panjang siklus menstruasi Anda. Bawaan 28 hari.

Pilih cara menghitung HPL.

HPL tidak berubah; minggu persalinan yang direkomendasikan biasanya lebih awal.
Hitung pada tanggal berbeda
DD/MM/YYYY

Masukkan tanggal untuk melihat HPL dan minggu kehamilan Anda.

Tersedia juga:

Kalkulator Ovulasi
Kalkulator ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak menggantikan saran medis profesional. Konsultasikan dengan SpOG untuk keputusan klinis.Semua perhitungan berjalan di browser Anda. Kami tidak menyimpan, mentransmisikan, atau berbagi tanggal yang Anda masukkan.

Kalkulator kehamilan. HPL, usia kehamilan, trimester, dan jadwal milestone dari HPHT atau transfer IVF.

Kalkulator kehamilan menghitung HPL, usia kehamilan, dan trimester dari HPHT menggunakan rumus Naegele 280 hari. Kalkulator ini juga mendukung transfer IVF/bayi tabung (Hari 3, 5, atau 6), tanggal konsepsi, dan HPL yang sudah diketahui sebagai titik acuan alternatif.

Apa Itu Kalkulator Kehamilan HPL?

Kalkulator kehamilan HPL adalah alat digital yang menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL), usia kehamilan saat ini dalam minggu dan hari, trimester, dan persentase kehamilan yang telah dilalui dari satu titik acuan: HPHT, tanggal konsepsi, tanggal transfer embrio IVF, atau HPL yang sudah diketahui.
Dasar perhitungannya adalah rumus Naegele, yang didukung oleh ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists) dan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia): HPL = HPHT + 280 hari. Rumus ini mengasumsikan siklus menstruasi 28 hari dengan ovulasi pada hari ke-14. Untuk siklus yang lebih panjang atau pendek, kalkulator menyesuaikan HPL secara otomatis dengan menambah atau mengurangi selisih dari 28 hari.
Kehamilan dibagi tiga trimester. Trimester pertama berlangsung dari minggu 1 hingga 13 (HPHT hari ke-1 hingga hari ke-97). Trimester kedua dari minggu 14 hingga 27 (hari 98–195). Trimester ketiga dimulai minggu ke-28 (hari ke-196) hingga persalinan. ACOG juga membagi minggu-minggu akhir menjadi: early term (37w0d–38w6d), full term (39w0d–40w6d), late term (41w0d–41w6d), dan post-term (42w0d ke atas).
Penting dipahami: usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan dari tanggal konsepsi. Artinya, seorang ibu hamil yang dikatakan '8 minggu hamil' oleh dokter kandungan (SpOG) sebenarnya baru mengandung janin selama sekitar 6 minggu. Ini sering menjadi sumber kebingungan bagi ibu hamil pertama kali.
Di Indonesia, kalkulator ini relevan untuk semua ibu hamil, baik yang menjalani kehamilan alami maupun melalui program bayi tabung (IVF) di klinik fertilitas. Buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) yang dibagikan gratis di puskesmas mencatat HPHT sebagai data awal kehamilan — hasil kalkulator ini selaras langsung dengan pencatatan tersebut.
Semua perhitungan berjalan sepenuhnya di perangkat Anda. Tidak ada data yang dikirim ke server, tidak ada akun yang diperlukan, dan tidak ada informasi pribadi yang disimpan.

Cara Menggunakan Kalkulator Kehamilan

Untuk mendapatkan HPL dan usia kehamilan Anda, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Masukkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Ini adalah tanggal pertama menstruasi terakhir Anda — bukan hari terakhir haid. Jika tidak ingat tanggal pastinya, gunakan Senin terdekat dari minggu haid tersebut dimulai.
2. Atur panjang siklus menstruasi. Nilai bawaan adalah 28 hari. Jika siklus Anda biasanya lebih pendek atau lebih panjang, sesuaikan kolom ini. Rentang valid adalah 21 hingga 35 hari. Pengaturan ini memungkinkan kalkulator menggeser HPL dengan jumlah hari yang tepat.
3. Baca hasil Anda. Kalkulator langsung menampilkan HPL perkiraan, usia kehamilan saat ini dalam minggu dan hari, trimester berjalan, dan persentase kehamilan yang sudah dilalui.
4. Untuk titik acuan alternatif, buka bagian 'Lebih banyak opsi'. Di sana Anda dapat beralih ke: Tanggal konsepsi (kalkulator menambahkan 266 hari untuk mendapatkan HPL); Transfer embrio IVF (masukkan tanggal transfer dan pilih Hari 3, Hari 5, atau Hari 6 — kalkulator menghitung HPL = tanggal transfer + (266 − usia embrio)); atau HPL yang sudah diketahui dari USG (kalkulator membalik-hitung setara HPHT dan menampilkan usia kehamilan hari ini).
5. Buka 'Lihat jadwal milestone' untuk melihat setiap jadwal pemeriksaan kehamilan (ANC) yang disesuaikan dengan tanggal aktual Anda — USG NT, USG anomali/morfologi, tes toleransi glukosa oral (TTGO), vaksin Tdap, tes GBS, serta batas-batas early term, full term, dan post-term.
6. Buka 'Perkembangan minggu per minggu' untuk melihat perkiraan panjang, berat, dan tahap perkembangan bayi Anda di setiap minggu kehamilan dari minggu ke-4 hingga ke-42, dengan minggu Anda saat ini disorot.

Rumus Perhitungan HPL (Hari Perkiraan Lahir)

HPLHPHT=HPHT+280+(S28)HPL_{\text{HPHT}} = HPHT + 280 + (S - 28)
  • HPLHPL = Hari Perkiraan Lahir (Estimated Due Date)
  • HPHTHPHT = Hari Pertama Haid Terakhir (hari pertama menstruasi terakhir)
  • SS = Panjang siklus menstruasi dalam hari (bawaan: 28)
  • UKUK = Usia kehamilan dalam hari = hari ini − setara HPHT
  • dd = Usia embrio saat transfer IVF dalam hari (3, 5, atau 6)
Rumus dasar adalah rumus Naegele, yang menghitung 280 hari (40 minggu) dari HPHT:
HPL=HPHT+280+(S28)HPL = HPHT + 280 + (S - 28)
Untuk siklus standar 28 hari, rumus ini menjadi $HPL = HPHT + 280$. Usia kehamilan dalam hari kemudian adalah:
UKhari=hari iniHPHTUK_{hari} = \text{hari ini} - HPHT
Untuk transfer embrio IVF, tanggal fertilisasi diketahui secara pasti, sehingga perhitungan dimulai dari fertilisasi:
HPLIVF=tanggal transfer+(266d)HPL_{\text{IVF}} = \text{tanggal transfer} + (266 - d)
Contoh: transfer blastosit Hari 5: $266 - 5 = 261$, sehingga HPL adalah 261 hari setelah tanggal transfer. Transfer Hari 3: $266 - 3 = 263$ hari setelah transfer. Transfer Hari 6: $266 - 6 = 260$ hari.
Untuk tanggal konsepsi yang diketahui:
HPLkonsepsi=tanggal konsepsi+266HPL_{\text{konsepsi}} = \text{tanggal konsepsi} + 266
Keempat titik acuan ini menghasilkan satu setara HPHT yang sama, yang menjadi dasar semua output berikutnya — usia kehamilan, klasifikasi trimester, dan jadwal milestone.
Titik AcuanHari yang DitambahkanCatatan
HPHT (siklus 28 hari)+280Rumus Naegele standar
HPHT (siklus non-28 hari)+280 ± (S − 28)Disesuaikan dengan siklus
Tanggal konsepsi+266Fertilisasi hingga lahir
Transfer IVF Hari 3+263266 − 3
Transfer IVF Hari 5+261266 − 5
Transfer IVF Hari 6+260266 − 6
HPL diketahui (terbalik)−280Memperoleh setara HPHT

Contoh Perhitungan Kalkulator Kehamilan

Contoh 1 — Kehamilan alami, siklus 28 hari

Ibu Sari memiliki HPHT tanggal 10 Maret 2025. Siklus menstruasinya 28 hari. Kalkulator menambahkan 280 hari: HPL = 14 Oktober 2025. Per 1 Mei 2025, kehamilannya sudah berjalan 52 hari — 7 minggu 3 hari — berada di trimester pertama (minggu 1–13). Kehamilan sudah 18% selesai. Jadwal milestone menunjukkan jendela USG NT terbuka di HPHT + 77 hari (26 Mei 2025), dan USG anomali/morfologi dijadwalkan antara HPHT + 126 hari (14 Juli) dan HPHT + 154 hari (11 Agustus). Kunjungan ANC pertama (pemeriksaan kehamilan pertama) sebaiknya dilakukan sebelum usia kehamilan 12 minggu, sesuai pedoman Kemenkes RI.

Contoh 2 — Program bayi tabung (IVF), transfer blastosit Hari 5

Ibu Dewi menjalani transfer blastosit Hari 5 (beku) pada 14 Februari 2025 di klinik fertilitas di Jakarta. Rumus IVF: 266 − 5 = 261 hari. HPL = 2 November 2025. Setara HPHT-nya adalah 9 Februari 2025 (tanggal transfer dikurangi 14 + 5 = 19 hari), sehingga usia kehamilan per 1 Mei 2025 adalah 11 minggu 4 hari. Ia masih di trimester pertama dan jendela USG NT baru saja terbuka. Karena tanggal konsepsi diketahui secara pasti pada kehamilan IVF, HPL biasanya lebih akurat daripada estimasi berbasis HPHT. Hasil ini dapat langsung dicatat di Buku KIA yang diberikan bidan klinik.

Contoh 3 — HPL sudah diketahui dari USG dating

Pasangan Budi dan Ani sudah mengetahui HPL dari USG dating di rumah sakit: 25 Desember 2025. Dengan memasukkan HPL ke mode 'HPL sudah diketahui', kalkulator membalik-hitung setara HPHT: 19 Maret 2025 (25 Desember dikurangi 280 hari). Per 1 Mei 2025, usia kehamilan adalah 6 minggu 3 hari — trimester pertama awal. Jadwal milestone menunjukkan jendela USG dating (8–13 minggu) baru terbuka pada 13 Mei 2025, sehingga janji berikutnya sudah dekat. Mode ini berguna bagi siapa pun yang HPL-nya sudah ditetapkan oleh SpOG dan ingin melihat seluruh kalender milestone berbasis tanggal tersebut.

Contoh 4 — Siklus tidak teratur (siklus 33 hari)

Ibu Rina memiliki siklus 33 hari. HPHT-nya 15 Januari 2025. Jika menggunakan asumsi 28 hari standar, HPL perkiraan adalah 22 Oktober 2025. Dengan siklus diatur ke 33 hari, kalkulator menambahkan 5 hari ekstra: HPL = 27 Oktober 2025. Mengabaikan penyesuaian ini akan membuat Ibu Rina tampak 5 hari 'tertinggal' di setiap pemeriksaan kehamilan — perbedaan yang signifikan saat skrining trimester pertama. Menurut ACOG, wanita dengan siklus yang konsisten berbeda dari 28 hari disarankan mengonfirmasi dating dengan USG awal (minggu 8–14) terlepas dari hasilnya.

Yang Harus Dilakukan Setelah Mengetahui HPL Anda

  • Daftarkan diri ke fasilitas kesehatan segera setelah tes kehamilan positif. Kemenkes RI merekomendasikan minimal 6 kali kunjungan ANC selama kehamilan: 1 kali di trimester pertama (sebelum 12 minggu), 2 kali di trimester kedua (minggu 13–27), dan 3 kali di trimester ketiga (minggu 28–40). Semakin awal Anda mendaftar, semakin cepat faktor risiko dapat teridentifikasi dan bidan atau SpOG dapat merancang jadwal pemeriksaan yang tepat.
  • Gunakan jadwal milestone kalkulator ini untuk memasukkan janji penting ke kalender sekarang. USG NT (11–13 minggu), USG anomali/morfologi (18–22 minggu), TTGO (24–28 minggu), dan tes GBS (36–37 minggu) semuanya memiliki jendela sempit. Melewati beberapa minggu saja bisa berarti harus menjadwalkan ulang atau kehilangan nilai skrining.
  • Perlakukan HPL sebagai titik tengah jendela dua minggu, bukan batas waktu pasti. Hanya sekitar 4–5% bayi lahir tepat pada HPL. Sekitar 90% kelahiran cukup bulan terjadi antara minggu ke-38 dan ke-42. Rencanakan cuti melahirkan dan persiapan tas rumah sakit mulai minggu ke-37, bukan pada HPL itu sendiri.
  • Jika siklus Anda secara konsisten berbeda dari 28 hari, sesuaikan kolom panjang siklus sebelum mempercayai tanggalnya. Ibu hamil dengan siklus 35 hari yang membiarkannya di 28 hari akan mendapatkan tanggal yang secara sistematis 7 hari lebih awal — yang bisa menimbulkan kekhawatiran tidak perlu tentang janin yang tampak 'lebih kecil dari usia kehamilan' di setiap USG.
  • Untuk kehamilan kembar atau lebih, HPL yang dihitung kalkulator ini menggunakan rumus Naegele yang sama seperti kehamilan tunggal — tidak berubah. Yang berubah adalah minggu persalinan yang direkomendasikan: sekitar 37 minggu untuk kembar dikorionik/diamniotik, 36 minggu untuk kembar monokorionik/diamniotik, 32–34 minggu untuk kembar monokorionik/monoamniotik. Diskusikan ambang batas ini dengan SpOG Anda.
  • Simpan atau tandai URL hasil Anda. Kalkulator menyimpan semua input di URL sehingga Anda dapat berbagi tanggal yang sama persis dengan pasangan, orang tua, atau dokter tanpa memasukkan ulang apa pun. Ini sangat berguna saat berbagi di grup WhatsApp keluarga.
  • Ingat bahwa USG dating yang dilakukan antara minggu 8 dan 13 minggu 6 hari adalah standar emas untuk penentuan usia kehamilan menurut ACOG dan POGI. Jika tanggal USG berbeda lebih dari 7 hari dari tanggal kalkulasi Anda, SpOG biasanya akan menggunakan tanggal USG. Kalkulator ini memberikan estimasi awal yang sangat baik, tetapi USG trimester pertama harus selalu mengonfirmasinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kalkulator Kehamilan

Kapan HPL saya jika HPHT pada tanggal tertentu?

Tambahkan 280 hari ke hari pertama haid terakhir (HPHT). Untuk siklus 28 hari, ini tepat 40 minggu. Jika HPHT Anda 1 Januari, HPL adalah 8 Oktober. Kalkulator di atas melakukan ini secara instan dan menyesuaikan untuk siklus selain 28 hari.

Berapa minggu kehamilan saya sekarang?

Kurangi hari pertama haid terakhir dari tanggal hari ini, lalu bagi 7. Jika HPHT Anda 10 minggu yang lalu, Anda hamil 10 minggu menurut hitungan usia kehamilan standar. Kalkulator menampilkan ini sebagai minggu dan hari (contoh: '10m 3h'). Ingat: usia kehamilan dimulai dari HPHT, bukan dari konsepsi, sehingga Anda secara teknis 'hamil' selama dua minggu pertama sebelum fertilisasi terjadi.

Bagaimana cara menghitung HPL dari tanggal transfer IVF (bayi tabung)?

Untuk transfer blastosit Hari 5, HPL = tanggal transfer + 261 hari (266 dikurangi 5). Untuk transfer Hari 3, tambahkan 263 hari. Untuk transfer Hari 6, tambahkan 260 hari. Pilih 'Transfer IVF' di bagian 'Lebih banyak opsi', masukkan tanggal transfer, dan pilih usia embrio. Kalkulator menangani matematikanya secara otomatis.

Apa bedanya usia kehamilan (usia gestasional) dengan usia janin?

Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) dan merupakan ukuran klinis standar. Usia janin (konsepsional) dihitung dari fertilisasi aktual dan biasanya 2 minggu lebih pendek. Jika SpOG Anda mengatakan Anda '12 minggu hamil', usia janin Anda sekitar 10 minggu. Semua kalkulator HPL dan jadwal prenatal menggunakan usia kehamilan.

Apakah kalkulator kehamilan ini akurat?

Ya. Kalkulator ini menggunakan rumus Naegele yang didukung ACOG dengan koreksi panjang siklus, dan rumus IVF sesuai panduan ASRM. Namun, tidak ada kalkulator yang lebih akurat dari USG dating trimester pertama (margin kesalahan ±5–7 hari). Hanya 4–5% bayi lahir tepat pada HPL. Gunakan alat ini sebagai titik awal yang andal dan konfirmasi dengan SpOG pada kunjungan minggu ke-8–12.

Apakah kalkulator ini gratis dan tidak memerlukan pendaftaran?

Ya. Kalkulator ini sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan akun, alamat email, atau informasi pribadi apa pun. Semua perhitungan berjalan di browser Anda — tidak ada yang disimpan atau dikirim ke server. Bagikan hasil Anda melalui URL yang menyimpan semua input Anda.

Apa saja batas minggu trimester kehamilan?

Trimester pertama adalah minggu 1 hingga 13 (hari 1–97 dari HPHT). Trimester kedua adalah minggu 14 hingga 27 (hari 98–195). Trimester ketiga dimulai minggu ke-28 (hari ke-196) hingga persalinan. ACOG juga mengklasifikasikan minggu-minggu akhir sebagai early term (37–38 minggu), full term (39–40 minggu), late term (41 minggu), dan post-term (42 minggu ke atas).

Apakah kalkulator ini bisa digunakan untuk kehamilan kembar?

Ya, dengan catatan penting: HPL yang dihitung di sini sama seperti untuk kehamilan tunggal dan digunakan sebagai tanggal referensi. Namun, minggu persalinan yang direkomendasikan berbeda secara signifikan — biasanya 37 minggu untuk kembar dikorionik vs 39–40 minggu untuk tunggal. Aktifkan toggle 'Kembar atau lebih' di 'Lebih banyak opsi' untuk melihat catatan ini di hasil Anda, dan selalu ikuti panduan SpOG untuk kehamilan multifetal.

Kapan sebaiknya melakukan kunjungan kehamilan (ANC) pertama?

Kemenkes RI merekomendasikan kunjungan ANC pertama sebelum usia kehamilan 12 minggu. Hubungi bidan atau SpOG segera setelah tes kehamilan positif, bahkan jika usia kehamilan baru 4–5 minggu, karena jadwal puskesmas atau klinik yang ramai bisa penuh berminggu-minggu. Pada kunjungan ini, tenaga kesehatan akan mengonfirmasi kehamilan, mengambil sampel darah awal, dan memesan USG dating.

Apa itu rumus Naegele untuk menghitung HPL?

Rumus Naegele menghitung HPL dengan menambahkan 280 hari — atau 9 bulan kalender ditambah 7 hari — ke hari pertama haid terakhir. Dinamai dari dokter kandungan Jerman Franz Karl Naegele (1778–1851), rumus ini tetap menjadi formula standar yang didukung ACOG, NHS, POGI, dan hampir semua sistem layanan kebidanan di dunia.

Apa yang ditampilkan jadwal milestone kehamilan?

Jadwal milestone mengubah jadwal prenatal standar menjadi tanggal kalender aktual yang disesuaikan dengan kehamilan Anda. Jadwal ini mencakup jendela USG NT (11–13 minggu), USG dating (8–13 minggu), USG anomali/morfologi (18–22 minggu), TTGO (24–28 minggu), jendela vaksin Tdap (27–36 minggu), tes GBS/Streptokokus Grup B (36–37 minggu), serta ambang early term, full term, late term, dan post-term — semuanya sebagai tanggal nyata yang dihitung dari HPL Anda.

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT?

Jika Anda lupa HPHT, gunakan mode 'HPL yang sudah diketahui' jika SpOG atau bidan sudah memberikan HPL dari USG. Atau, jika Anda mengetahui perkiraan tanggal konsepsi, gunakan mode 'Tanggal konsepsi'. Jika tidak ada data sama sekali, USG trimester pertama dapat menentukan usia kehamilan dari pengukuran crown-rump length (CRL) janin dengan akurasi ±5–7 hari.


Istilah Penting Seputar Kehamilan

HPL (Hari Perkiraan Lahir)

Tanggal 280 hari (40 minggu) setelah hari pertama haid terakhir. HPL adalah titik tengah statistik, bukan tanggal persalinan yang pasti — sekitar 4–5% bayi lahir tepat pada tanggal ini, dan 90% kelahiran cukup bulan terjadi antara minggu ke-38 dan ke-42.

HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)

Hari pertama menstruasi terakhir sebelum kehamilan. Titik acuan utama untuk penentuan usia kehamilan. Karena ovulasi dan fertilisasi biasanya terjadi 14 hari setelah HPHT, HPHT mendahului konsepsi sekitar dua minggu.

Usia Kehamilan (UK)

Usia kehamilan yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) dalam minggu dan hari. Ukuran klinis standar yang digunakan untuk semua jadwal pemeriksaan prenatal. Berbeda dengan usia janin, yang dihitung dari fertilisasi dan biasanya 2 minggu lebih pendek.

Rumus Naegele

Rumus untuk menghitung HPL: tambahkan 280 hari ke HPHT (atau setara: kurangi 3 bulan dan tambahkan 7 hari ke HPHT). Didukung oleh ACOG Committee Opinion 700 sebagai metode standar. Mengasumsikan siklus 28 hari; disesuaikan untuk siklus lain.

Trimester

Salah satu dari tiga periode yang membagi kehamilan secara kasar sama panjang. Trimester pertama: minggu 1–13 (HPHT hingga hari ke-97). Trimester kedua: minggu 14–27 (hari 98–195). Trimester ketiga: minggu 28–42+ (hari ke-196 hingga persalinan). ACOG membagi lebih lanjut minggu-minggu akhir menjadi early term, full term, late term, dan post-term.

IVF / Bayi Tabung

In-vitro fertilization — prosedur di mana embrio yang telah dibuahi ditempatkan ke dalam rahim. Usia embrio saat transfer (Hari 3, 5, atau 6) dikurangi dari 266 untuk menentukan jumlah hari yang ditambahkan ke tanggal transfer guna mendapatkan HPL. Istilah konsumen di Indonesia: 'bayi tabung'.

USG NT (Nukal Translucensi)

USG yang dilakukan antara 11 minggu 0 hari dan 13 minggu 6 hari yang mengukur cairan di belakang leher bayi untuk menyaring kondisi kromosom termasuk sindrom Down. Di Indonesia juga dikenal sebagai 'USG trimester pertama' atau 'first trimester screening'.

USG Anomali / Morfologi

USG detail yang dilakukan antara 18 dan 22 minggu kehamilan yang memeriksa anatomi janin termasuk otak, jantung, ginjal, anggota tubuh, dan posisi plasenta. Juga disebut 'USG morfologi' atau 'USG 4D' dalam konteks konsumen Indonesia.

TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral)

Tes darah yang dilakukan antara 24 dan 28 minggu untuk mendeteksi diabetes gestasional. Ibu hamil meminum larutan glukosa dan kadar gula darah diukur setelah 1–2 jam. Penting khususnya untuk ibu dengan riwayat keluarga diabetes atau indeks massa tubuh tinggi.

ANC (Antenatal Care)

Pemeriksaan kehamilan rutin yang direkomendasikan Kemenkes RI minimal 6 kali selama kehamilan: 1 kali di trimester pertama, 2 kali di trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga. Mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri, dan berbagai pemeriksaan laboratorium.


Konten diverifikasi oleh Tim Smart Calculators